. Rabbi ... Tunjuki Aku Jalan Lurus - Coretan Pena Anak Bebek .

Tuesday, November 30, 2010

Rabbi ... Tunjuki Aku Jalan Lurus


Ingin menulis, tapi tak tau apa yang harus kutulis. Hanya mengikuti alur tarian jemari tanpa ada skenario. Masih dalam setting hati yang tak menentu, oleh gundah yang tak mampu kuterjemah. Ku ingin bercerita, menuturkan nada sendu dalam lakon klasik kisahku.

Ada resah …
Pada cerita yang tersimpan dalam ruang hati,
Tentang rasaku,
Rabbi …. Inikah isyarat teguranMu (lagi) ?
Atas diri ini yang alpa.

Kemudian, coba kembali membuka terjemah doa iftitah dan penggalan ayat dalam QS.Al-fatihah:6-7
“ya Allah jauhkan aku dari kesalahan dan dosa sejauh jarak antara timur dan barat, ya Allah bersihkanlah aku dari segala kesalahan dan dosa bagaikan bersihnya kain putih dari kotoran … (doa iftitah)”

“Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Egkau beri nikmat padanya, bukan jalan mereka yang di murkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat” (QS.Al-fatihah:6-7)

Banyak cara yang Allah lakukan untuk mengijabah munajah yang selalu kita pinta setiap sholat itu. “tunjuki kami jalan yang lurus” memiliki pemaknaan yang luar bisa. Allah memberikan petunjuk melalui banyak caraNya, kadang terasa pahit dan sulit untuk kita terima bahwa itu adalah implementasi cintaNya. Tapi,   Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk (QS.Al-Qashash:56).

Setiap kisah sendu yang kita tapaki sejatinya adalah bentuk teguranNya atas kealpaan diri kita, ketika kita mau sedikit lebih membuka hati dan menganalisa tiap kejadian itu dari sudut pandang hikmah pasti ada ibrah yang membuat hati ini menangis menyaksikan rangkaian dosa kita (ampuni hamba ya Rabb).

Kejadian jumat pagi masih tertoreh jelas dalam memoar aku, ketika aku harus kehilangan sepatu kesayanganku dan baru beberapa kali aku pakai. Marah, jengkel, kecewa dan menyesal itu yang pertama aku rasakan, sempat ingin menangis juga, karena selain mahal, sepatu itu juga matching dg baju-baju girly-ku (astaghfirullah, masih kalah dengan pesona duniawi). Tapi sekarang aku tau, Allah melakukan ini karena Allah sayang padaku, inilah petunjuk Allah melalui teguranNya, seperti firmanNya,

Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah (QS.Al-Baqarah:272)

Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.(QS.al-israa’:17)

Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.(QS.AL.israa’:27).

Allah menginginkan hamba-hamba yang dikasihiNya agar senantiasa menapak lajur yang Ia ridhoi, bukan menapak jalan yang Ia murkai. Allah menyayangiku, sehingga Allah melakukan ini, meski awalnya terasa pahit, tapi kini terasa nikmat. Allah mengambil sepatuku karena Allah menginginkanku hidup bersahaja, bukan lagi menjadi budak merk yang biasa dilakukan oleh kaum jahiliyah. Allah menginginkanku agar memakai sesuatu menurut skala KEBUTUHAN bukan karena keinginan tampil modis dan matching.

Dan aku pun sadar, kini bukan lagi waktunya mementingkan penampilan, cukuplah pakaian itu rapi dan syar’i karena … PAKAIAN TAQWA ITULAH YANG PALING BAIK …(QS.Al-A’raaf:26). Ya … pakaian takwa, BUKAN PAKAIAN MODIS yang berorientasi pada pesona duniawi.

Maka janganlah HARTA BENDA dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir.(QS.At-Taubah:55)

Subhanallah … indahnya hidayah ini. Hanya berawal dari hilangnya sapatu bisa merubah sudut pandangku. Alhamdulillah, Allah telah menjauhkanku dari sifat “gila merk” serta terlalu berlebihan dalam memperhatikan penampilan. Hmmm … padahal masalah ummat lebih penting yah untuk diperhatikan !!!  dasar indra !!!

Bismillah … menjadi muslimah bersahaja. Why not ????!!!!! mending mikirin strategi dakwah daripada sekedar mikirin penampilan.

Termasuk masalah sakitku, yang kini juga merubah aturan makanku yang harus berhati-hati dalam memilih makanan agar lambung tidak semakin ter-erosi dan cepat sembuh. Gak boleh makan coklat, es krim, makanan instan dkk. Yuhui … anggaran jadi hemat 2x lipat. Gak masalah meski kini simbah kasih uang saku hanya setengah dibandingkan dulu dan bisa di bilang dibawah standar.

Subhanallah … maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?(QS.55:55) begitu indahnya cara Allah menjauhkan aku dari sifat boros serta terperdaya oleh pesona duniawi.

Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong akuknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka JANGANLAH SEKALI-KALI KEHIDUPAN DUNIA MEMPERDAYAKAN KAMU, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.(QS.Luqman:31).

Minggu malam, menjelang pukul 22.00, ketika pemadaman listrik.
Tak sengaja aku menoleh ke arah teras samping. masyaAllah … aku melihat sosok itu lagi untuk yang kedua kalinya, paras yang sama. Berbaju putih lebar, rambut panjang tanpa menampakkan muka duduk di jemuran menghadap jendela mushola kost. Teman-teman kost biasa memanggilnya “mbak-mbak’e”. ya … makhluk halus yang pernah menampakkan diri setelah aku buat kesalahan besar. Meski Kesalahan untuk saat ini belum aku sadari.

Ya Rabb … kesalahan apa lagi yang Engkau tegur? Boleh jadi ini teguran terhadap sikapku yang sejak tengah semester dua jauh dari jati diri seorang muslimah yang semestinya, teguran untuk hati yang tak lagi suci, peringatan untuk pikiran yang tak lagi bersih dari su’udzon, dan hidayah untuk membuka hati dan pikiranku agar kembali pada lajur yang semestinya, agar aku tawadzun antara pemahaman, lisan dan tindakan. Agar aku menjaga kesucian jilbab ini, yang bukan saja untuk menutup aurat, tapi juga untuk menjilbabi hati dan pikiran.

Ya Rabb … ampuni hamba …

(muhasabah selasa pagi, mengisi ruang waktu dalam jeda kuliah)


Share on :

0 komentar:

Post a Comment

 
© Copyright Coretan Pena Anak Bebek 2011 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all