. Menjadi Orang Tua? Jangan Salah Langkah! - Coretan Pena Anak Bebek .

Saturday, March 2, 2013

Menjadi Orang Tua? Jangan Salah Langkah!

terinspirasi dari kisah seseorang, anak manja, yang sangat angkuh, keras kepala, egois dan ingin menang sendiri.

dia balita-SMA tumbuh dan berkembang sesuai dikte orang tua. Menjadi robot mainan sebagai pelampiasan ambisi orang tua.

segala aktivitas serba diatur, tak kenal bermain bersama teman, terkurung dirumah selepas pulang sekolah. buku buku dan buku, makan, tidur siang, les mapel dan les ngaji serba di rumah. yang dia rasakan, tak ada kesempatan menghirup udara luar selepas sekolah, terkurung bagai anak ayam.

ya, dia memang berhasil disisi akademik, selalu tunduk dan patuh pada orang tua, tapi itu semu. dia selalu mencuri waktu agar bisa seperti teman-temannya, kadang kabur dari sekolah saat jam pelajaran agar bisa bermain. meski masuk kategori siswa berprestasi di sekolah favorit di kotanya, sejak SMP-kelas 2 SMA awal dia adalah siswi langganan ruang BK, saat SMP pernah hampir di skors.

parahnya lagi, karena selama 18 tahun terkurung dalam ruang interaksi yang terbatas, dia tidak tau bagaimana cara berinteraksi yang baik dengan orang lain, menjadikan dia tumbuh menjadi individu yang kurang peka terhadap perasaan orang lain, cenderung egois dan ingin menang sendiri.

sampai SMA, dia tak punya banyak teman, hanya beberapa teman dekat itupun karena 1 organisasi (dia bisa ikut organisasi juga tanpa sepengetahuan orang tua)

sampai tiba masa kuliah, dia baru belajar bagaimana hidup sebagai makhluk sosial, dan itu butuh perjuangan yang luar bisa, awal kuliah dia belum bisa membaur dengan teman kost, selalu mengurung diri di kamar selepas jam kuliah. bahkan, dia tak tau bagaimana cara mengatur pola hidupnya (karena terbiasa didikte dan dilayani di rumah), sekadar urusan makanpun dia gagal.

disini masalah bermula, dia yang selalu terpantau kesehatannya oleh dokter dan nyaris tak pernah sakit (karena orang tua yang luar biasa memproteksi kesehatan semasa di rumah), akhirnya jatuh juga. dia di vonis dispepsi kronik dan ulkus mukosa gaster oleh tim dokter di RSUP DR Kariadi. segala pola makan harus benar-benar hati-hati, tak boleh sampai lalai.

selain itu, diawal masa kuliah,ketika teman lain sudah asyik dengan status mahasiswanya, dia masih sibuk untuk terus belajar beradaptasi, menjadikan perkembangannya selangkah di belakang teman-temannya.

beruntung, Allah menyelamatkan dia, semester 2 setelah dia bergabung dengan lembaga kemahasiswaan di fakultasnya baru dia bisa bagaimana hidup sebagai mahluk sosial itu (inipun dengan banyak dituntun oleh teman-teman dan kakak angkatan)

sempat kecewa, namun akhirnya dia menemukan ibrah yang luar biasa dari pengalaman hidupnya.

  • belajar menjadi orang tua yang bijak, jangan terlalu mendikte dan jangan pula terlalu membebaskan. namun didiklah anak dengan cara mengarahkan, menjadi dewan penasihat dan dewan pertimbangan untuk anak saat dia memutuskan sesuatu. bagaimanapun sebagai orang tua tetap harus mengarahkan dan menjelaskan baik buruknya suatu hal.
  • jangan pernah melarang anak, karena itu akan membentuk karakter suka berbohong. cukup menjelaskan baik buruknya suatu hal dan dampingi anak untuk menganalisa sehingga anak akan meninggalkan tindakan buruk atas dasar kesadarannya. 
  • didiklah anak secara seimbang, dari segala perspektif, jangan terpatok pada bidang akademik saja. kenali sejak kecil potensi yang anak miliki dan arahkan dia untuk mengembangkannya sehingga dia tetap mampu tumbuh menjadi anak prestatif di bidang yang dia kuasai tanpa ada tekanan. 
  • berikan waktu anak bermain bersama teman-temannya, karena itu akan melatih kepekaan dia sebagai mahluk sosial. keberhasilan dia tumbuh menjadi anak baik dan disukai teman juga merupakan sebuah prestasi. 
  • ajari kemandirian pada anak sejak kecil, jangan biasakan dia tergantung pada orang lain (meski di rumah ada khadimat). semisal merapikan mainan, memakai sepatu sendiri, makan sendiri, meletakkan pakaian kotor pada tempatnya. karena anak yang dari kecil sudah biasa dilayani cenderung tumbuh menjadi individu yang bergantung pada orang lain dan menjadi diktator. 
  • dan jadilah figur teladan bagi anak, karena anak akan lebih mudah mencontoh tindakan orang tua daripada mendengarkan nasihat orang tua.

(copast dari catatan dia, @ markas BEM di penghujung semester 2)
Share on :

0 komentar:

Post a Comment

 
© Copyright Coretan Pena Anak Bebek 2011 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all