. Mozaik Mimpi (part1) - Coretan Pena Anak Bebek .

Friday, November 22, 2013

Mozaik Mimpi (part1)

Mimpi, mimpi, mimpi. Harus berani menuliskan mimpi, meski melambung tinggi, agar menjadi cambuk kesemangatan diri, agar ikhtiar dan doa menjadi sebuah kebutuhan, bukan lagi rutinitas tanpa ruh.

Ya aku berani bermimpi, berani menuliskan tentang sebuah pengharapan, tentang angan dalam kebersamaan. Bersama simbah, juga adek di 2015 nanti J

Aku kembali tinggal bersama simbah, di rumah yang sederhana dekat kota dengan masih ada sisa lahan kosong di belakang rumah. Kemudian aku belajar menanam sayuran organik bareng simbah, mulai dari cabai, daun bawang, brokoli, wortel, tomat, bayam, sawi hijau, kangkung, dan semua sayuran yang pernah simbah tanam di Wonosobo. Agar hemat lahan, sayur ditanam dalam polybag dan ditata pada rak bambu bersusun. Selain itu juga menanam stroberi dengan metode yang sama dengan sayuran, aku tata di tembok dekat pintu dapur. Aku juga ingin ada pohon jambu biji mereah di tepi kolam.

aku juga beternak ikan. Ukuran kolam hanya 3 x 2 meter, agar hemat lahan. Aku pelihara
nila, nila merah dan lele, di tepi kolam yang menghadap luar aku tanami talas, daunnya sebagai pakan ikan dan talasnya direbus bareng simbah setiap musim panen.

Selain itu, aku beternak ayam yang hanya diberi makan bekatul dan nasi, tanpa konsentrat apapun, kebersihan kandang yang terjaga rasanya cukup untuk menjaga kesehatan ayam dari infeksi virus. Kandang ayam bersebelahan dengan kolam ikan, tetapi dipagari tinggi setinggi rumah dengan ukuran 3x 3 meter persegi, sebagian diberi atap dan sebagian terbuka agar ayam bisa berteduh saat hujan ataupun malam serta tetap bisa merasakan udara bebas ketika cuaca cerah. Dengan demikian kualitas telur dan daging ayam akan terjaga.

Setiap dua pekan sekali adek cantik dan adek ganteng pulang dari kuliah, kami berempat berkumpul bersama, pagi-pagi sholat subuh berjamaah diimami adek ganteng lanjut dzikir al-ma’tsurat, sarapan buah kemudian bersama simbah memberi makan ternak, membersihkan kandang, dan mengolah kotoran ayam sebagai bahan pupuk organik.

Menjelang pukul tujuh mengurus kebun sayuran organik, mulai dari menyiangi rumput kecil yang tumbuh disekitar tanaman, menyiangi ulat, sesekali memberi pupuk hasil olahan kotoran ayam dan memanen yang sudah layak panen untuk dimasak hari itu, sementara rumput-rumput yang tadi kami siangi kami buat menjadi pupuk humus di media terpisah.

Agar efektif dan efisiensi waktu, adek ganteng yang bertugas mengurus kolam,mulai dari mengurusi pengairan, memotong daun talas untuk pakan ikan dan memancing ikan untuk lauk hari itu, atau sesekali menyembelih ayam, tapi aku ingin lebih dominan lauk ikan daripada ayam. Ayam cukup 1-2 bulan sekali.

Selepas dari kebun, kami membersihkan diri. Dulu waktu kecil simbah yang selalu membersihkan rumah dan memasak, sementara kami asyik bermain dan nonton TV. Saat ini giliran kami yang memanjakan simbah, simbah beristirahat setelah mengajari kami berkebun, aku dan adek cantik bergantian tugas setiap pekan untuk memasak dan bersih-bersih rumah, tentunya memasak dengan metode dan bumbu yang sehat agar nutrisi makanan tetap terjaga dan tidak mengandung karsinogen, sementara adek ganteng menyapu halaman dan mencuci motor adek ganteng dan motor adek cantik.

Sekitar pukul 10 atau 11 semua aktivitas sudah selesai, saatnya kami berkumpul, bercerita tentang aktivitas selama satu minggu berpisah dan berbagi ibrah dari setiap pengalaman sampai menjelang waktu dhuhur. Kami harus membiasakan sholat berjamaah, lanjut makan siang bareng hasil masakanku atau adek cantik dan kembali duduk menikmati kebersamaan, aku biasakan membolehkan mereka istirahat siang 2 jam setelah makan dan hanya boleh terpejam maksimal 1 jam. Ba’da ashar setiap hari sabtu kami pergi jalan-jalan berempat sampai menjelang maghrib, sekadar untuk mencari angin dan agar kehangatan kami tidak hanya didalam rumah.

Selepas maghrib aku biasakan untuk tilawah bareng sampai ‘isya, makan malam aku biasakan tidak lebih pukul 19 dan setelah itu aku memberi kebebasan adek ganteng bermain bersama teman-temannya dengan batasan pukul 22.00 agar dia juga mampu bermasyarakat dengan baik. Aku yakin, selama pendidikan didalam rumah baik, anak akan tetap tumbuh menjadi orang baik meski berada di lingkungan yang kurang baik, justru lingkungan yang kurang baik itu yang akan menempa ketangguhan dia untuk tetap bertahan menjadi orang yang baik.

Aku harus membiasakan maksimal tidur malam pukul 22.00 untuk seluruh anggota keluarga, agar organ tubuh mendapat haknya secara optimal dan juga memudahkan untuk bangun qiyamul lail.

Untuk hari minggu, aku memberi kebebasan adek-adek untuk melakukan aktivitasnya masing-masing bersama teman-teman mereka, sementara aku menyiapkan bekal yang akan mereka bawa ke kost. Dan simbah menemaniku, duduk menyaksikanku dengan senyum bahagia di usia senjanya. Tentunya kerja bakti membersihkan rumah bareng adek tetap berjalan, hanya saja untuk hari minggu aku yang lebih dominan.

Minggu sore adek cantik dan adek ganteng kembali ke kampus, tersisa aku dan simbah berdua di rumah, menikmati hangat kebersamaan, dalam senandung doa Agar allah senantiasa menjaga adek-adek dan bersiap menyambut senin ceria di dunia kerja.

Untuk setiap hari senin dan jum’at, aku harus terbiasa sebelum berangkat kerja sudah membersihkan rumah dan memasak untuk simbah, sebisa mungkin jemuran cucian juga beratap, agar simbah tidak perlu repot mengangkat jemuran saat hujan dan aku belum pulang bekerja. Aku hanya akan mengizinkan simbah berkebun, karena itu hobi simbah, selain itu aku berusaha semaksimal mungkin simbah jangan sampai melakukan pekerjaan apalagi pekerjaan yang sebenarnya bisa aku lakukan, aku ingin simbah benar-benar menikmati masa tuanya setelah seumur hisupku berjuang mendidik dan menghidupiku dan adek-adek.

Aku juga harus bisa bikin tempe dan tahu sendiri, agar lebih higienis, agar aku bisa benar-benar memastikan makanan yang simbah dan adek konsumsi benar-benar sehat.

Aku harus serba bisa, agar penjagaanku terhadap kelurgaku optimal, agar mereka tak jatuh sakit seperti yang pernah aku rasakan, agar aku bisa membalas cinta, kasih sayang sayang dan perhatian simbah seumur hidupku, agar aku bisa mengobati luka masa kecil adek, agar aku bisa membahagiakan mereka sebelum pada akhirnya cintaku harus terbagi untuk suami dan anak-anakku kelak.


Ini mimpiku, anganku, yang kemudian akan menjadi ceritaku di 2015 nanti ... 
Share on :

0 komentar:

Post a Comment

 
© Copyright Coretan Pena Anak Bebek 2011 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all