. Mengeja Makna ..... - Coretan Pena Anak Bebek .

Wednesday, January 8, 2014

Mengeja Makna .....

Minggu, 5 januari 2014, dalam sebuah pesan whatsapp.

Heeeeiiiiii ***   9:11
(*** --> panggilan khasku untuk seorang teman)
Apa ndra?   10:53
Nyapa. Hehe   11:19
Status fb-nya kok akhir-akhir ini ... hmmm hati-hati dengan hati ya   11:19
 :-D   11:19
Semoga dimudahkan untuk segera menggenapkan separuh diin   12:40
Mohon doanya   12:49

Jleeeebbbbb ....

Diam, menyeka bulir-bulir yang mulai merosot dari sudut mata. Sesak ... oleh luka yang menghujam.

Luka? Ya luka. Pada jawab penantian panjang yang tak terijabah. Pada pengharapan yang terserak luluh lantak.

Inikah makna cinta? Bersemayam dalam diam, Menanti namun tak dapati, ada kemudian terluka.

Anganku melambung tinggi, pengharapanku terpasung ambisi, inginku untuk memiliki, lalai apa yang semestinya dijalani.

Aku lelah karena tersalah, sakit lantaran pikiran terhimpit menjadi sempit, terbelenggu dalam masa lalu, terlena oleh fatamorgana.

Cukup. Cukup sampai disini, sudahi cinta semu yang merenda pilu, kupasang kelambu agar hati tak membiru dan menangis tergugu.

Cinta, inikah cinta sejati? Bukan. Bukan !!! cinta sejati tak melukai, cinta sejati tak menodai hati yang selayaknya suci. Cinta sejati jalani apa yang Dia tunjuki, bukan meminta titahNya tunduk dengan apa yang aku ingini.

Biar, biar kini aku belajar, bukan menjadi hati yang liar. Bersabar dengan kekuatan yang besar. Agar diri terjaga, tak lagi nista. Agar aku bisa membersihkan noda dosa.

Berserah, berpasrah dalam munajah. Bersimpuh bersama ambisi yang meluruh, redakan riuh gaduh gemuruh agar hati teduh. Mengeja setiap makna, kelola rasa yang menggelora.

Biar, biar aku bunuh penantian, abaikan rongrongan pengharapan dan menghempasnya dalam lorong kematian.

Bukan menjadikannya berat hingga kesadaran terlambat. Aku harus kuat, menderap hati yang telah cacat agar tak lagi tersayat oleh jalan sesat, berjuang menjadi terhormat dengan menjaga martabat.

Menantang ... memang menantang, namun ku tak ingin pincang lantas tumbang. Kujalani apa yang ada sekarang tanpa bimbang. Agar aku tak menjadi pecundang yang terkekang oleh cinta terlarang. Aku ingin menang atas hati yang lancang menerjang benteng iman dengan lantang.

Cinta, cinta sejati yang kukehendaki, cinta yang bersemi lantaran karunia ilahi, bukan nafsu yang menghujani hati dengan ambisi untuk miliki hingga aku lupa diri bahwa ada Sang Pengendali yang mengatur hidup ini.

Tak ingin lagi menunggu yang buatku terbelenggu oleh cemburu hingga bisu juga tuna rungu, sampai tak mampu mendengar titah jalan yang harus kutuju. Allah yang tau, jika dia untukku akan ada cara bertemu pada kepingan episode hidup yang baru ...

Biar kini aku ukir seni menanti, tak lagi memaksa jalani apa yang aku kehendaki. Namun memahat  hati untuk pantaskan diri. Dan jika dia bukan yang Allah tuliskan untukku kini, kuharap bertemu di surga abadi.

Cinta, aku berserah dalam tengadah munajah, berharap indah kemudian berkah. Agar diri tak betah menjadi yang terjajah nafsu dan salah arah.

~Wonosobo, 8 Januari 2014, dalam muhasabah ba'da dhuha~
Share on :

0 komentar:

Post a Comment

 
© Copyright Coretan Pena Anak Bebek 2011 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all