. Sempurnanya Bahagia - Coretan Pena Anak Bebek .

Saturday, October 18, 2014

Sempurnanya Bahagia

Cinta ... Malam ini aku masih mempersiapkan daftar menu makanan pertama yang akan aku kenalkan untuk anak kita setelah usianya genap 6 bulan. Aku terus belajar bagaimana mengkombinasikan bahan makanan agar proporsi gizinya seimbang dan kandungan gizi tidak rusak saat proses pengolahan. Aku sangat berhati-hati agar kombinasi makanan yang aku buat tidak menjadi senyawa racun untuk anak kita.

Sayang ... Aku masih menyimpan uang dari nafkah pertama yang kamu berikan untukku. Bukan aku tak menghargai pemberianmu, namun bagiku uang itu sangat berharga karena uang itu benar-benar hasil dari perjuangan dan konsistensimu sebagai tulang punggungku. Uang yang kamu dapat dengan segala lelah, menembus dingin tengah malam menempuh perjalanan membelah pulau Jawa, masuk dari rumah ke rumah sampai menjelang pagi baru tidur di pom bensin, siangnya melanjutkan perjalanan lagi untuk kembali tunaikan tanggung jawab amanahmu sebagai mahasiswa tingkat akhir.

Cinta ... Ijinkan aku agar tidak membelanjakan uang itu untuk keperluanku. Akan aku gunakan untuk premi bulan-bulan awal asuransi pendidikan anak kita, sebagiannya akan aku belanjakan buku sebagai buku pertama yang anak kita miliki. Akan aku sampaikan padanya betapa engkau begitu berjuang untuk mendapatkan uang itu, akan aku ceritakan betapa engkau sangat bertanggung jawab sebagai seorang suami dan calon ayah meski masih berstatus sebagai mahasiswa. Agar anak kita bisa dengan mudah menemukan sosok teladan dalam rumahnya, yaitu ayahnya sendiri. Sosok yang begitu luar biasa dan menginspirasi, sehingga anak kita sangat mudah meneladani kegigihanmu.

Sayang ... Anak kita pasti tumbuh menjadi sosok luar biasa seperti dirimu. Ajari aku agar menjadi ibu yang luar biasa untuknya. Tegur aku dalam tutur kata yang indah dan penuh kemesraan sebelum kita terlelap tidur, jika hari itu aku tak berhasil mendampingi anak kita dengan baik, agar aku bisa memperbaiki dan tak mengulangi kesalahan yang sama. Teruslah saling melengkapi dalam mengiringi tumbuh kembang anak kita. Aku ingin kita sendiri yang mengenalkan ia dengan hijaiyah, alfabet juga angka, tak ingin sekejap-pun terlewat mengiringi tumbuh kembangnya.

Cinta ... aku peluk erat anak kita saat pagi-pagi ia menangis tak mengijinkanmu berangkat bekerja. Aku sampaikan padanya bahwa kamu pergi bekerja agar mendapatkan uang untuk biaya hidup dan masa depannya, aku sampaikan dengan penuh cinta sehingga ia bisa mengerti dan mengantarmu berangkat bekerja sampai depan pintu dengan senyum bahagia sambil memelukmu erat dan bisikkan, “kami sangat mencintai ayah, hati-hati dijalan ya yah.”

Sayang ... Aku terus mengajari anak kita untuk mencintaimu seperti dia mencintaiku meski waktuku bersamanya jauh lebih banyak dibanding waktumu bersamanya. Aku jelaskan padanya bahwa kita harus berbagi peran sebagai orang tua, agar kebutuhan hidupnya bisa terpenuhi secara seimbang.

Cinta ... Aku disamping anak kita saat ia membukakan pintu untukmu sepulang bekerja. Menyaksikan keriangannya menyambutmu sambil memelukmu erat dan bisikkan, “kita kangen ayah.”, kemudian menuntunmu menuju meja makan untuk menyeruput secangkir teh hangat buatanku sambil terus memelukmu sebagai ekspresi kerinduannya yang tertahan selama seharian tidak bertemu denganmu. Dan aku duduk disampingmu, menatap lekat romantisme kalian dengan senyum bahagia, mendekatkan kursi kita, genggam erat jemari tangan kananmu dan sandarkan kepalaku di pundakmu, sebagai isyarat atas kerinduan tersirat yang sama besarnya dengan kerinduan anak kita padamu.

Sayang ... Aku sangat merindukan kita bercengkrama bersama anak kita. Menghabiskan pagi di sabtu dan minggu untuk berkebun sayuran organik atau sekadar duduk beralas tanah dibawah teduhnya pohon rambutan belakang rumah sambil mendengar celoteh anak kita tentang mimpi-mimpinya, atau tentang apa saja yang ingin dia ceritakan, juga menghangatkan kamarnya dengan dekapan mesra kita padanya di malam-malam menjelang ia tidur.


Cinta, aku mencintaimu, merindukan anak kita, bahagia milikimu, milikinya ...
Share on :

0 komentar:

Post a Comment

 
© Copyright Coretan Pena Anak Bebek 2011 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all