. (Jangan) Takut Kantong Plastik Berbayar - Coretan Pena Anak Bebek .

Wednesday, February 24, 2016

(Jangan) Takut Kantong Plastik Berbayar

Suka senyum-senyum sendiri melihat kiprah "orang hebat" di jagad sosmed ini. Yang sedang asyik saya ikuti saat ini terkait kebijakan "kantong plastik kemasan belanja yang berbayar alias tidak gratis lagi."
Tentunya setiap kebijakan pasti ada yang pro dan kontra, ada yang cerdas menyikapi, ada yang "panas" dengan mengkritisi. Wajar, beginilah hidup, engga akan ada melodi indah jika hanya satu nada. *ah ngomong apa sih.
Hari ini saya menyimak postingan yang cukup banyak di share terkait penolakan seseorang (yang menurut saya sangat idealis) terhadap kebijakan plastik kemasan belanja yang berbayar di salah satu waralaba. Hmmmm ... Engga mau banyak komentar soal sikapnya, cuma kalau saya berada pada posisi si mba kasir mungkin akan menangis semalaman. *serius
Kalau saya sih engga ambil pusing soal kebijakan tersebut, nikmatin aja sisi positifnya. Sebenarnya engga perlu rasanya menggunakan sikap (menurut saya) "arogan" untuk menyikapi kebijakan tersebut. Tinggal belajar membiasakan membawa kantong dari rumah sebelum belanja dan apabila belanjaan sedikit dan jarak dekat kan bisa di pegang tanpa dibungkus plastik. Selain ikut menghidupkan program "ramah lingkungan", (jika hal itu terlalu "sok idealis") bisa lah kita anggap untuk mengurangi beban kita dalam membuang sampah plastik.
Soal belanja di pedagang kecil yg membeli satu tempe aja dikasih plastik, itu sih sebenarnya pinter-pinter kita aja. Kita bisa juga membiasakan membawa kantong dari rumah atau jika memang hanya sekadar tempe engga perlu lah memakai plastik, nambah-nambahin sampah dirumah.
Sangat mudah sebenarnya, engga perlu mempersulit diri, banyak hal yang lebih pantas dilakukan dan lebih bermanfaat daripada sekadar mengkritisi kebijakan yang sebenarnya banyak nilai positifnya.
Salut dan apresiasi luar biasa untuk para ibu-ibu yang berbagi ilmu cara membuat kantong belanja sebagai respon atas kebijakan "kantong plastik kemasan belanja berbayar", kalianlah sebenarnya manusia-manusia hebat, berani menyalakan lilin bukan mengutuk kegelapan.
*sebuah sore, alangkah lucunya orang " idealis" negeri ini.
*rajin nyetatus, semoga tidak ada hati yang terluka
Share on :

0 komentar:

Post a Comment

 
© Copyright Coretan Pena Anak Bebek 2011 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all