. Manja (tidak) Sama dengan Pemalas - Coretan Pena Anak Bebek .

Tuesday, February 23, 2016

Manja (tidak) Sama dengan Pemalas

Dalam keadaan yang mendesak karena sudah tidak ada lagi orang yang diandalkan, anak manja bisa berubah menjadi sangat rajin beberes rumah dan semangat belajar memasak. Karena anak manja sangat mencintai kebersihan dan kerapian sehingga akan merasakan beban yang sangat menekan yang merusak kenyamannya ketika berada dirumah yang kebersihannya tidak sesuai dengan standarnya. Demikian halnya soal masakan, anak manja lebih suka menahan lapar sampai tahap "sangat lapar" apabila makanan disekitarnya tidak sesuai dengan standar rasa enak versinya (baca: rasa enak tapi bebas MSG, seperti masakan dirumah), dan baru mau bergerak untuk memasak setelah benar-benar lapar. Pada akhirnya, tindakan yang dibangun atas dasar keterpaksaan itu perlahan akan menjadi kebiasaan seiring dengan kebutuhannya terhadap ketersediaan makanan yang disukai dan kenyamanan tempat tinggal.
Jadi, sebenarnya TIDAK ADA istilah "manja" dalam teori versiku, yang ada hanya "bagaimana mengoptimalkan kesempatan dalam zona nyaman (baca: sebelum menikah) untuk menikmati kondisi rumah yang bersih dan melahap masakan emak (baca:budhe) yang super cocok di lidah dan sehat tentunya, sehingga akan menjadi tolok ukur seberapa keras saya akan melawan rasa malas agar segera bergerak merapikan rumah dan terus belajar memasak dengan rasa yang enak."
Ini coretan emak-emak "newbie" yang masih harus banyak belajar bagaimana menanggalkan labelling "manja" karena dia tak pernah menganggap dirinya manja :p
::lelet tidak sama dengan manja, hanya butuh belajar agar terbiasa::
::rumah kita sebentar lagi rapi dan bersih, kurang sedikit doank::
Share on :

0 komentar:

Post a Comment

 
© Copyright Coretan Pena Anak Bebek 2011 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all