. Aku, Kamu, dan Sepenggal Cerita Kita - Coretan Pena Anak Bebek .

Wednesday, April 27, 2016

Aku, Kamu, dan Sepenggal Cerita Kita

Ketika kamu bilang, "nanti ya, harus sehat dulu indra," setiap aku merengek pengen punya bayi ganteng, aku tau ada perhatian luar biasa dalam kalimat sederhanamu. Kamu benar-benar memperhatikan apa yang saat ini jauh lebih tepat untuk aku prioritaskan.
Disaat kamu mulai gregetan dan meledek dengan tawamu yang menyebalkan dan bilang "gemukin yaaa", ketika aku tak henti pamer polah lucu fay dan humaira, aku mengerti kamu sedang mengalirkan energi positif dalam diriku agar aku semakin bersemangat sehat sebagai upaya persiapan menyambut bayi gemesin yang sering bikin aku mupeng.
Dan mataku berbinar penuh semangat setiap kamu bertanya dengan penekanan agar meyakinkanku "indra jadi kan kuliahnya?" kemudian aku selalu menjawab dengan riang, "iyaaa, habis itu kita punya bayi ya." dan kamu mengangguk mengiyakan inginku. Aku bahagia dengan caramu menguatkan, tidak memandangku rapuh, namun mensupport dengan melihat sisi lain yang lebih potensial untuk aku lakukan saat ini, agar aku tidak tertekan dan bahagia menjalani setiap proses dengan memanfaatkan semua peluang yang bisa aku jalani pada fase penantian ini.
Aku bahagia, fase ini membuatku memiliki banyak waktu untuk belajar, bukan hanya tentang statistika di bangku pendidikan formal yang akan aku ambil, tapi juga tentang hidup dan bekal menjadi seorang ibu.
Meski aku tau, tidak semua orang akan mengerti dan melihat cara kita kurang tepat. "Namun tak ada yang salah, karena semua kembali pada sudut pandang setiap orang, tidak bisa disamaratakan karena semua pasti punya landasan yang kuat sebagai pedoman, tak terkecuali mereka yang melihat kita dari sisi yang berlainan dengan kita."
Namun aku selalu bahagia, bagiku cukup aku dan kamu yang mengerti apa yang sebaiknya dijalani kini, karena ini cerita kita, tentang aku, kamu, dan masa depan kita. Tentunya kita lebih tau medan yang kita hadapi dan tindakan apa yang tepat untuk menyikapinya.
Jika ada yang melihat pilihan kita saat ini kurang tepat, biar itu menjadi pelecut untukku, agar semakin semangat berbenah, memperbaiki pola hidup yang salah, sehingga sehat segera terijabah dan menjalani hidup dengan lumrah. *lumrah: seperti orang pada umumnya.
::hanya coretan orang biasa, dengan kapasitas minim yang masih harus banyak belajar agar pilihan-pilihannya bukan merupakan jalan salah yang membuatnya berbeda dari orang pada umumnya.
Share on :

0 komentar:

Post a Comment

 
© Copyright Coretan Pena Anak Bebek 2011 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all