. Kacamata Kita Tidak Sama - Coretan Pena Anak Bebek .

Friday, April 29, 2016

Kacamata Kita Tidak Sama

Indikator kebahagiaan suatu keluarga tentunya tidaklah sama, masing-masing keluarga memiliki standar kebahagiaan sendiri-sendiri, tidak bisa disamaratakan apalagi saling dijadikan pembanding antar satu sama lain.
Suatu keluarga bahagia ketika pasca menikah segera dikarunia buah hati, dan bisa membersamai tumbuh kembangnya setiap waktu. Suami, Istri, dan anak memiliki intensitas waktu bersama yang cukup banyak, tidak terikat oleh perusahaan manapun dan hidup sederhana dengan usaha yang dirintis. Mereka sangat bahagia menjalaninya.
Keluarga lain bahagia ketika suami dan istri saling bahu membahu mencari nafkah untuk kesejahteraan keluarga agar kebutuhan finansial terpenuhi dengan baik dan memiliki tabungan untuk masa depan dengan bekerja di perusahaan swasta ataupun instansi pemerintah, menitipkan buah hati kepada pengasuh yang dipercaya dengan tetap memantau tumbuh kembangnya. Mereka sangat bahagia menjalaninya.
Suatu keluarga bahagia ketika suami dan istri saling berbagi peran dengan apik untuk membentuk rumah tangga dinamis dengan suami bekerja di luar dan istri menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga yang memiliki intensitas waktu lebih banyak bersama anak agar tumbuh kembang anak tak luput dari pantauannya. Mereka sangat bahagia menjalaninya.
Ada juga keluarga yang difase awal pernikahan memutuskan untuk menunda memiliki momongan, tentunya dengan mengkonsultasikannya kepada dokter ahli yang bersangkutan untuk menghindari resiko seperti mitos yang beredar dimasyarakat. Suami dan istri saling menguatkan untuk mengejar mimpi masing-masing, suami sangat sibuk dengan kariernya di kantor sampai kadang pulang tengah malam sedangkan istri sibuk dengan persiapan study lanjutnya. Intensitas bertemu cukup sedikit, hanya malam menjelang tidur sampai pagi setelah subuh dan weekend, namun intensitas waktu yang singkat itu benar-benar menjadi quality time untuk saling menyayangi. Bagi mereka usia mereka saat ini adalah masa emas untuk menancapkan pondasi kuat atas kemapanan di masa depan yang tentunya untuk kebaikan keluarga dan utamanya anak-anak mereka kelak. Mereka sangat bahagia menjalaninya.
Keluarga bahagia ketika memiliki banyak keturunan, karena menjalankan sunnah dan yakin bahwa rejeki setiap anak sudah Allah tuliskan, tugas orang tua mengikhtiarkan agar hak-hak anak terpenuhi. Mereka sangat bahagia menjalaninya.
Keluarga bahagia ketika memiliki anak cukup 2 atau 3. Karena mereka mempertimbangkan dari beberapa sudut pandang tentang tanggung jawab sebagai orang tua dengan melihat kemampuan finansial mereka. Bukan karena tidak percaya pada Allah bahwa rejeki setiap anak sudah Allah tuliskan, melainkan sebagai upaya ikhtiar pemenuhan hak kepada anak dengan memberikan yang terbaik. Mereka sangat bahagia menjalaninya.
Tentunya masih sangat banyak cerita keluarga bahagia selain yang saya paparkan diatas. Masing-masing keluarga memiliki cerita, memiliki mimpi yang dibangun suami dan istri sejak mereka memutuskan menikah yang tentunya tidaklah sama antar satu sama lain.
Tak adil rasanya jika saling menjadikannya pembanding dan merasa bahwa yang dijalani adalah yang terbaik dan merasa menjadi keluarga paling bahagia dengan menyudutkan yang lain. Berbagi kebahagiaan keluarga dengan tujuan memotivasi keluarga lain sangat mulia, namun jangan sampai membandingkan keluarga lain yang tidak sepemikiran apalagi sampai melukai dengan menyudutkan.
Semuanya baik, semuanya benar, tidak ada yang salah, tidak ada yang kurang tepat. Semua punya alasan, semua punya pedoman, dan tentunya apa yang dilakukan adalah ikhtiar untuk melakukan yang terbaik sebagai upaya untuk mendapatkan kebahagiaan yang diimpikan.
Dan pada akhirnya, tugas manusia adalah ikhtiar yang dikuatkan oleh doa, karena Allahlah yang berhak menentukan kemana laju cerita masing-masing rumah tangga. Adalah syukur atas segala ketentuan Takdir yang menjadi kunci pembuka kebahagiaan hakiki :)
Untuk aku, dan kalian yang Allah sayangi, bahagialah atas hidup yang sangat membahagiakan ini :)
Share on :

0 komentar:

Post a Comment

 
© Copyright Coretan Pena Anak Bebek 2011 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all