. Sepatumu Bukan Sepatuku - Coretan Pena Anak Bebek .

Tuesday, August 23, 2016

Sepatumu Bukan Sepatuku

Pertanyaan yang tidak pernah terlepas dari orang yang sudah menikah adalah, "sudah hamil belum?" Dan itu wajar!
Yang tidak wajar adalah, ketika jawaban pertanyaan itu "belum" kemudian si penanya memberondong banyak pertanyaaan yang berlanjut ke justifikasi yang menyakitkan seolah belum hamil merupakan salah besar.
Kadang, dalam suatu kondisi, sebuah pertanyaan tidak perlu berlanjut ke hal yang lebih detail untuk saling menjaga perasaan yang tentunya penting untuk keberlangsungan tali silaturahmi. Karena tidak mustahil si obyek pertanyaan akan memilih menyingkir jika terus menerus ditanya dengan pertanyaan yang sama juga ditambah justifikasi yang menyakitkan.
Tidak ada orang yang merencanakan masa depan yang buruk atas dirinya dan keluarganya, semua pasti berjuang mempersiapkan hal terbaik.
Demikian juga tidak ada pasangan normal yang menikah tetapi tidak menginginkan memiliki keturunan. Semua pasti menginginkan hal itu! Bedanya, setiap rumah tangga punya cerita, punya rencana masa depan yang sudah direncanakan, punya banyak pertimbangan atas segala pilihannya, dan tidak semua hal itu perlu dipaparkan panjang lebar ke para penanya.
Ada baiknya, tak perlu terlalu mengambil peran dalam urusan rumah tangga orang lain, kecuali jika diminta berpendapat. Sepatumu memang indah dikakimu, tapi belum tentu indah di kaki orang lain. Boleh jadi justru kekecilan atau kebesaran, bahkan nampak sangat jelek dan tak layak untuk dipakai.
Tak perlu saling membandingkan, setiap kaki punya ukuran sepatu, tidak semua kaki bisa memakai sepatu dengan ukuran dan model yang sama.
Memberi masukan tidak salah, itu tanda perhatian. Yang salah adalah ketika memaksa agar masukan anda dieksekusi oleh orang yang anda beri masukan! Sepatu Anda berbeda dengan sepatu orang lain, tolong jangan paksakan, atau silaturahmi akan tergadai.
Anda boleh berpikir "setiap anak sudah Allah atur rejekinya, jangan menunda" atau juga boleh menasehati "pondasi finansial sudah kuat, kurang apa lagi? Nanti malah susah punya anak kalau menunda." Tapi satu hal yang perlu digarisbawahi, tidak semua orang memiliki pola pikir yang sama.
Ada orang yang berpikir, menunda anak sama saja menolak rejeki, ada juga yang berpendapat bahwa dengan menunda ia akan semakin matang mempersiapkan bekal terbaik untuk anak-anaknya. Semua benar, tidak ada yang salah, hanya sudut pandang saja yang berbeda.
Mari saling menghargai perbedaan, bukan saling mencederai :)
::Dari Indra, bocah ingusan yang sedang mempersiapkan bekal untuk masa depan keluarga kecilnya.
Share on :

0 komentar:

Post a Comment

 
© Copyright Coretan Pena Anak Bebek 2011 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all