. Berbenahlah, Kamu Sudah Menikah - Coretan Pena Anak Bebek .

Saturday, September 3, 2016

Berbenahlah, Kamu Sudah Menikah

Senengnya tinggal disini itu ... Mau ngemall tinggal maknyuk sampe, tapi mall kecil rasa ITC, satunya mall sepi yang banyak spot kosong. Kalau mau bagusan dikit, harus jalan berkilo meter dulu itupun kalau sukses membangun mood buat jalan jauh dibanding ngebo seharian.
Jadi, strategis banget buat terapi jiwa para shopaholic biar sembuh dan waras. Juga sangat efisien waktu karena setiap ngemall cuma cari barang kebutuhan yang mentok-mentoknya di m*ta**ri sama ca**f*ur, habis itu pulang, ngebo lagi buat nikmatin weekend.
Bagiku, ini yang dimaksud dengan keberuntungan. Eh bukan, tapi anugrah terindah dari Gusti Allah yang maha keren. Di usia yang masih subil alias super labil untuk berumah tangga, saat melihat teman-teman masih asyik hahahihi nongki-nongki, kami sudah harus mulai menguranginya agar bisa menabung buat masa depan keluarga kecil kami, biar saat anak-anak kami muncul mereka engga ngerasain yang namanya hidup susah dan tinggal di rumah kontrakan karena duit emak-bapaknya habis buat foya-foya. Disinilah saya bahagia tinggal di kota saya sekarang, meski berembel-embel Jabodetabek, tapi masih ramah buat banyak nabung.
Statement diatas sebenarnya bukan hasil pemikiran saya, tapi hasil cuci otak Tarjo kepada saya. Menurut saya, bagus juga sih meski awalnya sering ada drama manyun dan ngambek setiap pulang dari mall. Lama-lama mikir juga, ada benarnya juga Tarjo, dan mulailah otak keras saya agak sedikit melunak dan berdamai dengan sistem yang dia bangun.
Kata Tarjo, menikah berarti berani menanggung konsekuensi, termasuk menurunkan standar hidup, bukan lantaran tak mampu, tapi karena berani berinvestasi materi untuk masa depan. Kata Tarjo, semua orang berpotensi shopaholic, bedanya pada kemampuan pengendalian diri masing-masing orang.
Yang kemudian saya tau, menikah itu mudah, tapi membangun pernikahan itu susah, kecuali hati kita gagah untuk mau berubah, bukan cengeng yang bikin muka basah. Meski godaan sering buat hati goyah, teruslah melangkah berbenah, jangan kalah!
::Dari Indra, bocah ingusan yang sedang belajar dewasa berumah tangga. Ini hanya sepotong cerita dari sudut pandang saya yang minim ilmu, dan tentunya setiap orang punya cerita dan sudut pandang yang boleh jadi berbeda
Share on :

0 komentar:

Post a Comment

 
© Copyright Coretan Pena Anak Bebek 2011 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all